Gunakan Google Chrome untuk tampilan terbaik website ini. Portal Berita Sepakbola. Klasemen, Jadwal Pertandingan, dan Berita Sepakbola Terbaru & Terlengkap Seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Jerman, Liga Belanda, Liga Prancis, Liga Indonesia, Liga Champions, Liga Eropa, EURO 2012, dan Internasional.

Provokatif, Mourinho dilempari botol



Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memang pribadi kontroversial dan sering bersikap provokatif. Karena aksi provokatifnya itu, dia sempat dilempar botol oleh pemain cadangan Villarreal.
Peristiwa itu terjadi saat Madrid menjamu Villarreal, Minggu atau Senin (10/1/2011) dini hari WIB. Pertandingan memang berlangsung panas. Bahkan, Madrid sempat tertinggal 1-2 dulu sebelum akhirnya menang 4-2.

Beruntung, Cristiano Ronaldo mencetak hat-trick hingga akhirnya Madrid unggul 3-2. Jose Mourinho semakin girang setelah Kaka mencetak gol dan Madrid unggul 4-2. Dia langsung maju sampai ke depan bangku cadangan Villarreal, dan mengacung-acungkan tangannya ke arah penonton.

Aksi provokatif itu rupanya membuat emosi beberapa pemain cadangan Villarreal. Salah satu dari mereka bahkan melempar botol ke arahnya, mengumpatnya.

Suasana panas dan keributan sempat berlangsung beberapa saat. Emosi beberapa pemain Villarreal juga cukup panas hingga beberapa pihak melerainya. Sementara, Mourinho tetap tenang.
Baca selengkapnya berita: Provokatif, Mourinho dilempari botol

Serie A: Hat-trick Cavani benamkan Juve



Juventus pulang dari kandang Napoli dengan kepala tertunduk dalam. Tuan rumah sukses membungkam Bianconeri 3-0 berkat hat-trick Edinson Cavani.
Bermain di Stadio San Paolo, Senin (10/1/2011) dinihari WIB, Cavani tampil jadi bintang kemenangan Partenopei. Tiga kali ia menjebol gawang Juve dengan menggunakan kepalanya.

Hasil tersebut membuat Napoli sukses menggeser Lazio dari posisi dua klasemen Seri A Italia. Dengan poin 36, Napoli unggul dua angka dari Lazio dan ketinggalan empat angka dari sang pemuncak klasemen AC Milan.

Sementara untuk Juve, kekalahan membuat Alessandro Del Piero cs terpaku di posisi lima klasemen bermodal poin 31, setara dengan raihan angka Palermo yang ada satu posisi di bawahnya.

Jalan Pertandingan

Marco Storari harus memungut bola dari dalam gawangnya saat laga berjalan 19 menit. Memanfaatkan umpan silang Christian Maggio dari sayap kanan, tandukan Edinson Cavani sukses bersarang di gawang Juve.

Setelah itu Napoli dan Juve saling serang. Ezequiel Lavezzi melepaskan tembakan yang bisa ditepis Storari sedangkan Amauri memaksa Morgan De Sanctis meregangkan tubuh.

Luca Toni menggetarkan gawang Napoli pada menit 23. Tapi gol tidak disahkan oleh wasit. Skor masih 1-0 untuk Napoli.

Justru kemudian gawang Juve yang bobol lagi di menit ke-26. Cavani kembali mencetak gol dengan kepala, kali ini setelah menerima umpan dari Andrea Dossena.

Situasi kian gawat untuk Juve pada menit 54. Kerjasama Lavezzi dengan Marek Hamsik meloloskan Cavani yang lagi-lagi menjebol gawang Juve dengan kepalanya.

Susunan Pemain:

NAPOLI: De Sanctis; Cannavaro, Grava, Campagnaro; Pazienza, Gargano, Dossena (Aronica ’69), Maggio; Cavani (Sosa ’84), Lavezzi, Hamsik (Yebda ’78)

JUVENTUS: Storari; Chiellini, Bonucci, Traore (Grosso ’45), Grygera; Marchisio, Aquilani, Pepe (Motta ’66), Krasic; Toni, Amauri (Del Piero ’52)

via Detiksport
Baca selengkapnya berita: Serie A: Hat-trick Cavani benamkan Juve

Leo: Inter luar biasa



Ketinggalan lebih dulu dari Catania, Inter Milan dengan cepat bangkit dan bahkan berbalik menang. Allenatore Nerazzurri Leonardo pun menyebut comeback itu luar biasa.
Bertamu ke markas Catania di Stadio Massimino, Minggu (9/1/2011) malam WIB, gawang Inter jebol lebih dulu lewat gol pemain tuan rumah pada menit 71.

Alih-alih kehilangan fokus, gol itu justru melecut semangat para pemain Inter. Hasilnya, Esteban Cambiasso kembali bikin skor setara hanya tiga menit sesudahnya.

Bukan hanya itu, Inter bahkan kembali menggebrak dengan memanfaatkan momentum sebelumnya. Cambiasso melesakkan gol kedua pada menit 79 untuk mengunci kemenangan.

“Kami kesulitan di paruh pertama dan Catania tampil rapi. Babak kedua berbeda dan pemain pengganti bikin kami lebih bersemangat,” tutur Leonardo di Football Italia.

“Kami membuktikan kalau kami punya karakter hebat, karena comeback seperti itu luar biasa. Inilah tiga angka buah dari terus menyerang,” lanjutnya.

Tambahan poin penuh itu memang belum membuat Inter beranjak dari papan tengah klasemen. Tapi karena punya dua partai lebih banyak, Inter bisa tiba-tiba merangsek ke papan atas.

Hal ini jelas memberikan motivasi ekstra untuk La Beneamata dalam berpacu mengejar rival. Apalagi pekan ini sang pemuncak klasemen AC Milan cuma bisa main imbang sedangkan Lazio dan Roma malah kalah.

“Kabar mengenai hasil pertandingan jelas membuat kami jadi lebih antusias walau saat ini masih sulit membaca papan klasemen karena kami punya dua partai lebih banyak,” papar Leonardo.

via Detiksport
Baca selengkapnya berita: Leo: Inter luar biasa

Ronaldo hat-trick, Madrid hajar Villarreal 4-2



Dua kali ketinggalan dari Villarreal, dua kali pula Real Madrid mengejar. El Real bahkan akhirnya berbalik unggul dan menang 4-2 berkat hat-trick Cristiano Ronaldo dan satu gol Kaka.
Partai sengit tersaji di Santiago Bernebeu saat ‘Kapal Selam Kuning’ bertamu ke markas ‘Si Putih’, Senin (10/1/2011) dinihari WIB, dalam lanjutan partai La Liga Primera.

Villarreal berhasil unggul cepat lewat gol Cani pada menit tujuh meski Cristiano Ronaldo menyamakan dua menit kemudian. Keunggulan kembali jadi milik tim tamu pada menit 18, lagi-lagi untuk disamakan Ronaldo sebelum turun minum.

Di babak kedua Madrid lebih gencar menyerang, memaksa Villarreal lebih banyak bertahan. Hasilnya, Ronaldo menggenapkan hat-trick pada menit 79 sebelum kemudian Kaka memastikan kemenangan pada menit 82.

Hasil itu membuat Madrid terus menguntit Barca yang ada di pucuk klasemen. Lewat 18 jornada, Madrid punya 47 poin sementara Barca 49.

Kemenangan atas Villarreal tersebut juga membuat Madrid sukses menjaga “kesempurnaan” Santiago Bernabeu. Madrid menjadi satu-satunya tim yang selalu bisa memetik poin penuh di kandang pada laga La Liga Primera.

Jalan Pertandingan

Duel antara Madrid kontra Villarreal langsung berjalan dengan tempo tinggi. Hasilnya, gol pun sudah hadir saat pertandingan memasuki menit tujuh.

Bola digulirkan dari Santi Cazorla ke Giuseppe Rossi yang kemudian menyodorkan umpan terobosan. Cani menjemput bola dan mengirimnya melewati Iker Casillas.

Keunggulan Villarreal hanya bertahan dua menit. Setelah bekerja sama dengan Karim Benzema, Mesut Oezil mengirim umpan ke arah Cristiano Ronaldo yang dengan lugas menjebol gawang lawan.

Villarreal unggul lagi pada menit 18. Kali ini giliran Marco Ruben yang membuat Casillas harus memungut bola dari dalam gawangnya.

Satu gol lagi mengisi paruh pertama. Di menit injury time, tendangan bebas Xabi Alonso bisa ditanduk Ronaldo untuk bikin skor jadi 2-2.

Tempo tinggi kembali langsung hadir di babak kedua. Dari kick-off Madrid bahkan langsung mengancam dari penetrasi Ronaldo yang diakhiri dengan sepakan keras yang masih melambung.

Pada menit 58 giliran Benzema yang mencatatkan peluang walau Diego Lopez masih sigap mengamankan gawangnya.

Peluang lagi untuk Madrid pada menit 63 saat Ronaldo lolos dari jebakan offside. Ragu-ragu, ia membuang waktu dan kiper bisa menutup ruang. Ronaldo akhirnya mengoper bola ke rekannya tapi tidak menghasilkan apa-apa.

Madrid kemudian gencar menekan dengan Villarreal lebih banyak bertahan. Gol pun akhirnya datang pada menit 79.

Bola umpan silang dari kiri coba langsung diteruskan Ronaldo walau masih dikandas pemain belakang. Benzema berusaha melakukan rebound tapi masih juga gagal. Ronaldo kemudian langsung menyerobot bola dan melepaskan tendangan. Gol.

Madrid untuk kali pertama dalam laga unggul atas Villarreal yang kini terlihat melakukan protes kepada ofisial pertandingan di tepi lapangan.

Madrid belum selesai. Tiga menit kemudian, Ronaldo merangsek dari sisi kiri dan kemudian melepaskan umpan silang rendah. Di tiang dekat, Kaka menyontek dan gol. Dampak luar biasa dibuat Kaka yang baru masuk di babak kedua.

Susunan Pemain:

Real Madrid: Casillas; Ramos, Albiol (Kaka ’70), Carvalho, Marcelo; Lass (Khedira ’45), Xabi Alonso; Di Maria, Ozil, Ronaldo; Benzema (Gago ’81).

Villarreal: Diego Lopez; Angel (Mario Gaspar ’62), Gonzalo, Catala, Capdevila; Cazorla, Bruno, Borja Valero, Cani (Oriol ’73); Rossi, Marcos Ruben (Musacchio ’65).

Hasil lainnya:
Espanyol 4-0 Zaragoza
Mallorca 4-1 Almeria
Osasuna 0-0 Getafe
Santander 1-1 Gijon
Levante 0-1 Valencia

via Detiksport
Baca selengkapnya berita: Ronaldo hat-trick, Madrid hajar Villarreal 4-2

Allegri: Hasil yang pantas



Tiga kali Milan dalam keadaan tertinggal dari Udinese dalam pertarungan mereka di Giornata 19, Minggu (9/1/2011). Massimiliano Allegri menilai satu angka yang didapat adalah hasil yang pantas.
Bermain di kandang sendiri, Milan kebobolan lebih dulu oleh gol Antonio di Natale di menit 35. Mereka menyamakan kedudukan di akhir babak pertama via Alexandre Pato.

Setelah restart Udinese mencetak dua gol lagi berturut-turut, masing-masing melalui Alexi Sanchez dan Di Natale. Milan membalas lagi secara beruntun lewat gol bunuh diri Medhi Benatia dan Pato. Kedudukan 3-3 sampai menit 82.

Memasuki masa krusial Udinese membuat publik San Siro terhenyak lagi dengan gol German Denis. Zlatan Ibrahimovic menjadi pahlawan dengan mengukir gol pamungkas di injury time, dan itu membuat pertandingan berkesudahan 4-4.

“Kami sudah tahu, Udinese bisa merepotkan kami,” ujar Allegri usai laga. “Performa di babak pertama bagus, dan kami mengawalnya dengan cukup bagus setelah jeda. Tapi kami kebobolan dua gol dengan mudah.”

Allegri menyayangkan peluang besar Ignazio Abate di menit terakhir yang bisa membuat Milan berbaik menang. Namun hal itu tidak terjadi.

“Seri adalah hasil yang tepat,” sahutnya dikutip Football Italia. “Kami punya beberapa kesempatan bikin gol dan kami selalu punyaa feeling bisa bangkit. Rasa percaya itu bagus, dan kami juga mendapatkan sedikit keberuntungan.”

Milan masih memuncaki klasemen sementara dengan nilai 40, unggul enam poin dari tim peringkat dua, Lazio.

via Detiksport
Baca selengkapnya berita: Allegri: Hasil yang pantas

Terlalu kreatif, Babel terancam diskors



Ryan Babel bukan tidak mungkin akan mendapatkan hukuman dari Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Penyebabnya adalah ejekan yang ia alamatkan untuk wasit Howard Webb di Twitter.
Tak lama setelah Liverpool disingkirkan Manchester United dari Piala FA, Minggu (9/1/2011) malam WIB, Babel melontarkan kritik kepada Webb yang memimpin pertandingan.

“Dan mereka menyebutkan salah satu wasit terbaik. Itu adalah sebuah lelucon smh (shaking my head alias geleng-geleng kepala –red),” tulis Babel di akun Twitternya.

Bukan hanya itu, dalam kicaunnya yang lain si pemain Belanda juga memuat link url berisikan gambar Webb yang diolah secara digital sehingga tampak mengenakan kaos MU.

Tidak berapa lama, Babel memang meminta maaf seraya menghapus tulisan sebelumnya. Ia mengaku hanya terbawa emosi sesaat belaka.

“Aku minta maaf jika mereka terlalu serius menanggapi gambar yang aku muat. Ini hanyalah reaksi emosional setelah kalah di partai penting.”

“Maaf Howard Webb!” lugas Babel.

Meski begitu, Babel tetap harus harap-harap cemas karena FA sebelumnya telah dikabarkan bakal membahas hal tersebut. “Kami pasti akan mencermati hal ini,” terang FA di BBC.

Webb memang menjadi sorotan setelah beberapa keputusannya dinilai menguntungkan MU, seperti memberikan penalti untuk ‘Setan Merah’ dan mengganjar Steven Gerrard dengan kartu merah.

Babel sendiri tampil menjadi pemain pengganti dalam kekalahan 0-1 untuk Liverpool tersebut.

via Detiksport
Baca selengkapnya berita: Terlalu kreatif, Babel terancam diskors

Piala Asia: Kalah, Arab pecat pelatih



Kekalahan dari Suriah di laga pertamanya di Piala Asia 2011 rupanya sebuah kesalahan amat besar buat Jose Peseiro. Karena itu pihak federasi langsung mencopot pria Portugal itu sebagai pelatih kepala.
Hal tersebut terjadi tak lama setelah Arab secara mengejutkan takluk 1-2 dari Suriah, Minggu (9/1/2011) malam di Doha. Dilaporkan Reuters, Nasser Al-Johar, salah satu staf Peseiro, ditunjuk sebagai suksesornya.

Al-Johar juga mengambil alih tugas pelatih kepala di Piala Asia 2000, ketika Arab memecat Milan Macala setelah kalah 1-4 dari Jepang di pertandingan pembukaan. Ia lalu membawa tim tersebut menembus final, tapi kalah dari tim yang sama.

“Kualitas para pemain tidak seperti yang kami harapkan, mereka tidak bermain dengan hati. Saya menyalahkan para pemain dan telah membebastugaskan pelatih,” demikian pernyataan presiden federasi sepakbola Arab, Sultan bin Fahd bin Abdulaziz.

“Ini tak bisa diterima untuk Arab Saudi. Pelatih punya waktu yang cukup, lebih dari setahun setengah, untuk melakukan sebuah pekerjaan yang sempurna.”

Peseiro (50), yang bertugas sejak Februari 2009, mulai berada di bawah tekanan setelah tim asuhannya gagal lolos ke Piala Dunia lalu di Afrika Selatan, yang merupakan kegagalan pertama negara tersebut sejak 1990.

Begitu kalah dari Suriah, para wartawan langsung mencecarnya di sesi konferensi pers. Ini adalah kali kedua Arab kalah dari Suriah dalam 24 pertemuan sejak 1976.

“Apakah Anda bertanggung jawab untuk itu, dan jika demikian, apakah Anda akan mundur?” tanya seorang jurnalis.

“Saya percaya pada tim ini, saya percaya kami adalah skuad pemenang,” jawab Peseiro dengan tatapan seperti marah pada wartawan tersebut.

“Lihatlah Spanyol di Piala Dunia, mereka kalah di laga pertama dan finish sebagai juara. Kalau kami mengalahkan Yordania dan Jepang di dua laga berikutnya, kami akan lolos ke babak selanjutnya.”

Peseiro, yang pernah bekerja dengan Carlos Queiroz di Real Madrid, juga ditanya apakah media Arab sudah benar dengan mengkritik dia dalam hal pemilihan pemain untuk dibawa ke Qatar.

“Apakah sekarang Anda menyalahkan kami atas kekalahan ini?” tanya seorang wartawan lain dengan kesan sarkas.

“Saya tidak bertanding melawan media. Saya berhadapan dengan Jepang, Yordania dan Suriah,” jawab Peseiro.

“Dengar ya, ini memang bukan hasil yang baik, tapi kami tidak bermain sebegitu buruknya. Kami memperlihatkan semangat yang bagus dan layak memperoleh hasil yang lebih baik.”

Konferensi pers sehari sebelum pertandingan juga diwarnai dengan “perdebatan” antara Peseiro dengan wartawan. Si pelatih mengatakan bahwa dia hanya bisa menjawab para pemainnya, bukan kepada jurnalis.

“Kalian bebas untuk menulis apa saja yang kami mau, tapi jangan menurunkan moral pemain-pemain saya,” tukasnya, sebelum keputusan pemecatan dijatuhkan federasi kepada dia.

via Detiksport
Baca selengkapnya berita: Piala Asia: Kalah, Arab pecat pelatih

Dalgish puji pemain, sesali penalti



Kembalinya Kenny Dalglish ke kursi manajer Liverpool ditandai dengan kekalahan atas Manchester United. Ia mengaku kecewa dengan jalannya laga meski tetap memuji para pemainnya.
Setelah pernah membesut Liverpool pada 1985–1991, Dalglish kembali mengisi posisi tersebut sepeninggal Roy Hodgson. Ujian pertama datang dari MU, Minggu (9/1/2011) malam WIB.

Bertandang ke Old Trafford di partai babak III Piala FA tersebut, Liverpool pulang dengan kekalahan sehingga harus tersingkir. Partai itu sendiri diisi dua keputusan penting Howard Webb, yakni penalti untuk MU di menit awal dan kartu merah untuk Steven Gerrard di pertengahan babak kedua.

“Saya tidak melihatnya sebagai sebuah penalti,” kritik Dalglish di Sporting Life.

“Kartu merah itu..Masalahnya adalah Howard Webb beranjak menjauh dari (lokasi) insiden itu dan kemudian meniup peluitnya setelah salah satu pemain kami menendang bolanya,” lanjutnya.

Pria yang acap dijuluki King Kenny tersebut jelas tak menerima keputusan Webb itu dengan positif. Namun, ia tetap melihat ada kinerja bagus yang sudah ditunjukkan Anfield Gang di lapangan.

“Sulit datang ke sini, mereka memuncaki liga dan saat Anda bermain dengan 10 pemain dan ketinggalan satu gol di menit awal Anda harus menunjukkan komitmen dan para pemain melakukannya, dan mereka juga mendapat dukungan bagus di sini.”

“Kami juga memainkan tiga pemain muda untuk berusaha menyegarkan permainan karena para pemain kami lainnya sudah berusaha sekuat tenaga,” paparnya.

via Detiksport
Baca selengkapnya berita: Dalgish puji pemain, sesali penalti